Perampokan Bersenjata Marak, Kepemilikan Senjata Api Diperketat

Posted on 25 Agustus 2010. Filed under: hukum | Tag:, |

Liputan6.com, Medan: Badan tegap, dari kepala hingga ujung kaki tak terlihat demi menutupi identitas, dan terbagi dalam tim. Ada yang mengawasi setiap sudut jalan di depan Bank CIMB Niaga sambil membawa senjata tempur laras panjang jenis AK 47, M16, SS1, pistol FN, dan senjata lain. Dilihat dari cara membawa senjata, para perampok seperti orang yang sudah terlatih.

Sementara yang lain berjaga di luar gedung bank, di dalam gedung sekitar delapan orang lain beraksi. Ini sebuah penyerbuan yang direncanakan secara matang. Mengantisipasi gangguan, nasabah mereka usir dengan todongan senjata. Dalam kamera pengintai (CCTV) terlihat betapa sigapnya mereka. Uang di kasir segera berpindah tangan kepada para perampok, brankas pun dibongkar. Hanya kurang dari 10 menit perampok selesai beraksi.

Polisi bersenjata yang berjaga di depan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) pun tak sempat berbuat banyak. Briptu Imanuel Simanjuntak, anggota Brimob Polda Sumut, meregang nyawa bersimbah darah ditembak secara sadis di dalam kantor bank yang dijaganya. Senjata api yang digenggam sang polisi pun direbut para perampok [baca:Perampok Tembak Anggota Brimob].

Dua satpam bank juga terluka diberondong tembakan. Sebanyak 16 perampok berlalu dengan tenang, kabur dengan mengendarai sepeda motor tanpa mampu dideteksi
tujuan perginya. Benar-benar layaknya profesional dan cekatan.

Semula diberitakan para perampok berhasil menggasak uang sebesar Rp 1,5 miliar. Jumlah yang cukup fantastis, namun belakangan info tersebut dibanta pejabat bank.

Merasa kecolongan, polisi segera bertindak dengan membentuk tim khusus. Tim Densus 88 Antiteror diturunkan. Semua saksi dan bukti diperiksa. Kembali ke foto-foto, terutama foto para perampok saat memegang senjata. Bukti awal polisi adalah foto yang sempat diambil seorang warga Medan yang menolak disebutkan namanya dengan alasan keamanan. Polisi mencari kesamaan jenis senjata yang digunakan para perampok dengan berkas kriminal terdahulu.

Titik terang didapat, karena dalam kasus lain polisi juga mengejar seorang tersangka yang salah satu pekerjaannya adalah menyewakan senjata. Tersangka berinisial MRA kemudian dicokok bersama senjata serbu SS1 yang didapati bersamanya [baca: Tersangka Perampok Bank Masih Diperiksa].

MRA diduga menyewakan senjata pada para perampok. Modus tersebut dalam dunia kriminal diakui hanya dilakukan kalangan yang dekat dengan polisi atau militer. Perampokan berdarah yang menimpa Bank CIMB Niaga di Medan, Sumut, menjadi puncak peristiwa perampokan bersenjata api paling nekat di Tanah Air sepanjang Agustus 2010.

Dengan demikian, boleh dibilang Agustus 2010 adalah salah satu bulan yang paling menyibukkan polisi karena perampokan dengan senjata api terjadi di mana-mana. Tak hanya di Medan, Sumut, kawanan perampok bersenpi juga menyerbu sebuah toko emas di Kota Baru, Pontianak, Kalimantan Barat. Tidak semua perhiasan emas dibawa, perampokan kilat tersebut menyebabkan kerugian mencapai sekitar Rp 300 juta.

Aksi perampokan tersebut berhasil terekam kamera pengintai (CCTV), ketika kondisi sepi benar-benar dimanfaatkan kawanan perampok untuk beraksi di Toko Emas Beauty, di Pontianak, Kalbar. Kejadian begitu cepat, perampok masuk ke toko sambil memakai helm dan menggenggam senjata membuat karyawan toko tak berkutik.

Dari video pengaman juga terlihat mereka sempat mengancam warga sekitar yang coba menghentikan laju kendaraan mereka [baca: Perampokan Toko Emas Terekam
CCTV
].

Tak hanya toko emas di Pontianak, kawanan perampok bersenjata api juga beraksi di toko emas di Karang Anom, Klaten, Jawa Tengah, pada pertengahan Agustus tahun ini. Kendati lokasi toko emas berada di pinggir jalan raya, kawanan perampok tetap beraksi.

Pemilik toko yang tengah bersiap menutup toko terpaksa harus merelakan sejumlah perhiasan emas direbut tamu tak diundang itu. Nasib si pemilik toko sungguh nahas karena upaya mempertahankan hak miliknya harus dibayar mahal dengan tumbangnya dia diterjang peluru [baca: Kawanan Perampok Gasak Toko Emas]. Selain harus dirawat di rumah sakit, sang pemilik toko emas menderita kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Ibu Kota juga menjadi target utama para perampok. Kawanan perampok bersenjata api merampok tiga toko emas di Pasar Jaya, Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, Ahad silam. Di bawah todongan senjata api, para pedagang tak berkutik. Seorang penjaga toko emas terluka akibat dipukul kepalanya dengan senjata api. Setelah berhasil merampok, 14 orang pelaku segera kabur dengan kendaraan sepeda motor jenis Yamaha RX King dan mengancam warga sekitar.

Sebagian pelaku perampokan di Tebet yang berjumlah 11 orang berhasil ditangkap polisi dari Polda Metro Jaya berikut tujuh senjata api dan 8,5 kilogram emas sebagai barang bukti. Masih di Agustus 2010, aksi perampok yang sangat berani juga terjadi di Cirebon, Jawa Barat. Korbannya kali ini karyawan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang akan menyerahkan uang ke bank. Dua pria berkendara motor menembak mobil si karyawan dan merampas uang Rp 366 juta.

Polisi bukan tak berupaya menghentikan aksi perampokan tersebut, di Kramat Jati, Jakarta Timur, kecurigaan polisi atas dua pengendara motor yang diduga hendak merampok di sebuah bank terbukti. Upaya penggagalan perampokan berlangsung alot hingga terjadi kejar-kejaran di pemukiman. Salah seorang pelaku di antaranya bernasib sial. Ia dihakimi massa yang marah. Meningkatnya kasus kejahatan dengan kekerasan utamanya menggunakan senjata api di berbagai daerah di Tanah Air memperlihatkan kontrol pemerintah yang lemah dalam penegakan hukum.

Dan kejahatan menggunakan senjata api sebenarnya sudah bukan barang baru, terutama dalam perampokan. Hal tersebut sepertinya dibiarkan tumbuh subur. Itu dapat dilihat dari maraknya bisnis senjata ilegal yang sudah berlangsung lama dan kemudahan mendapatkan senjata. Keberadaan senjata api yang cukup leluasa ini oleh pihak kepolisian diduga sebagai bagian dari senjata yang berpartisipasi dalam sejumlah konflik di beberapa daerah di Tanah Air.

Namun ada pendapat lain soal asal usul senjata api yang belakangan banyak digunakan perampok yakni lemahnya pengawasan izin senjata api dituding sebagai penyebab angka kriminalitas sadis meningkat. Problem beredarnya senjata api dalam jumlah besar di tengah masyarakat tentu meresahkan. Langkah pembatasan secara ketat terhadap kepemilikan senpi diharapkan bisa menekan angka kriminalitas.

Berulangnya perampokan yang disertai penggunaan senpi membuat polisi berusaha bertindak preventif. Kapolda Sumut turun langsung meninjau keamanan dan
menempel stiker pengaduan masyarakat sebagai bahan informasi bagi polisi. Pengawasan ketat terhadap senjata api jadi program mendesak.

Sebab berdasarkan data dari Pusat Informasi Kriminal Nasional Polri, tindak pidana yang terkait senjata api dan bahan peledak sepanjang 2009 berjumlah 991 kasus. Sejauh ini, dari 17 ribu senjata yang memiliki izin dari Polri, baru lebih kurang 9000 unit yang telah ditarik. Sementara hampir 8000 senjata api lain masih beredar di tengah masyarakat sipil.

Sementara itu sejak 2006, kepemilikan senjata api di kalangan sipil termasuk Purnawirawan TNI atau Polri harus ditarik. Selain itu izin baru untuk senjata api juga tak lagi dikeluarkan. Artinya, mereka yang masih menyimpan senjata api berarti memilikinya secara ilegal dan akan terkena proses hukum.(BJK/YUS)

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • flag counter

    free counters

  • Blog Stats

    • 5,098 hits
  • wagejava.com

    click the image above

  • jama’ah rifa’iyah

    click the image above

  • pawon beton

    click the image above

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: